Sebuah startup teknologi dalam negeri mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu memantau kondisi lahan pertanian secara real-time.
Teknologi ini memanfaatkan sensor dan citra satelit untuk mendeteksi kelembapan tanah, potensi hama, hingga prediksi masa panen.
Sejumlah kelompok tani di beberapa daerah telah mulai mengujicobakan sistem ini dan melaporkan peningkatan efisiensi produksi.
Pendiri startup berharap teknologi ini dapat diakses lebih luas oleh petani kecil melalui subsidi dari pemerintah maupun mitra swasta.
